Senin, 07 Maret 2016

Perbedaan Kabel Jaringan LAN Straight & Cross

Kabel Jaringan pada Lan terbagi menjadi 2 untuk pemasangan jenis jaringan pada komputer pada artikel ini di jelaskan perbedaan dalam membuat jaringan lan baik LAN Tipe Straight Dan Cross Over
Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:

perbedaan kabel UTP dan STP

Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
  • Kabel UTP Category 1
    Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data.
  • Kabel UTP Category 2
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)
  • Kabel UTP Category 3
    Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.
  • Kabel UTP Category 4
    Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps
  • Kabel UTP Category 5
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps, 
  • Kabel UTP Category 5e 
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
  • Kabel UTP Category 6
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.
  • Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

kabel jaringan model straight

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router
Kabel cross over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.

kabel jaringan model cross over

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu kabel UTP,  Connector RJ-45, Crimping tools dan RJ-45 LAN Tester, contoh gambarnya seperti dibawah ini:

RJ45 Tang Crimping RJ45 LAN Tester

Praktek membuat kabel Straight
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  4. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  7. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  8. Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).
pemasangan kabel UTP ke konektor RJ-45

Demikianlah sekilas penjelasan tentang kabel UTPcategory kabel UTPstandar urutan kabel straight dan cross over dan cara membuat kabel jaringan straight menggunakan crimping tools, semoga bisa membantu.


Sumber Informasi :  http://www.catatanteknisi.com/2011/02/urutan-kabel-utp-straight-crossover.html

Jumat, 22 Januari 2016

Contoh Kerangka Penulisan Ilmiah

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Sehingga dalam pembuatannya diperlukan langkah-langkah atau rencana yang matang dalam Penulisan Karya Ilmiah. Berikut ini penulis akan memberikan contoh dari kerangka karangan ilmiah :

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sangat penting Peranan Bahasa Indonesia di dalam dunia Pendidikan dan dunia sehari-hari kita. Mengingat hal yang terjadi pada zaman sekarang banyak bagi mereka yang seolah-olah ingin melupakan bahasa Indonesia bahasa persatuan ataupun gengsi dan lain sebagai nya, karena kebanyakan bagi mereka lebih memilih bahasa internasional yang sedang tren saat ini yaitu English Language (Bahasa Inggris). Dan pula banyak dari mereka bagi mahasiswa yang belum mengetahui bagaimana cara membuat makalah / karya ilmiah yang sebenarnya (yang sempurna).
Sehingga dari latar belakang tersebut kami sebagai penulis untuk mendeskripsikan secara detail. Tentang bagaimana cara merencanakan penulisan karya ilmiah yang di ajarkan kepada mahasiswa STAIN Pamekasan pada khususnya. Mengingat salah satu kendala yang dihadapi oleh mahasiswa pembuatan karya ilmiah sebagai salah satu syarat penyelesaian

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapatlah di tarik beberapa rumusan masalah yang menjadi focus penulis dalam menganalisa yaitu sebagai berikut :
1.      Bagaimana merencanakan penulisan karya ilmiah
2.      Bagaimana cara merumuskan tujuan penulisan karya ilmiah

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini yaitu sebagai bahan dan referensi dan untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui dan merencanakan penulisan karya ilmiah.

D.    Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan ini bisa mengetahui bagaimana caranya untuk bisa merencanakan dan membuat makalah yang baik.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN JUDUL

A.     Pengertian Bahasa
Sebelum membicarakan materi pokok bahasa Indonesia. Perlu kita mengenal beberapa istilah yang biasa di pergunakan untuk bahasa Indonesia yakni.
Bahasa Resmi
Bahasa resmi adalah bahasa yang telah di sahkan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah (resmi = rasmi, kamus umum bahasa Indonesia - Poewadarminta). Bahasa resmi ialah bahasa yang telah disahkan dan dipakai dalam administrasi pemerintahan dalam rapat-rapat disekolah-sekolah, dalam pertemuan-pertemuan resmi dan lain-lain.
Bahasa Negara
Bahasa Negara adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 Pulauu (berpnghuni. 6.004 Pulaui) dan terdiri dari ratusan bangsa.
Bahasa Persatuan
Bahasa kesatuan adalah bahasa yang berfungsi mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Tanpa adanya satu bahasa yang dapat menghubungkan suku yang satu dengan suku yang lain tak dapat dibayangkan bagaimana kita harus berhubungan di Indonesia yang terdiri dari 13.677 pulau (berpenghuni 6.004 Pulau) dan terdiri dari ratusan bangsa
Bahasa Kesatuan
Bahasa kesatuan adalah bahasa yang telah menjadi satu. Oleh karena itu negara itu negara kita adalah negara kesatuan, maka dengan sendirinya kita menginginkan bahasa Indonesia juga hendaknya menjadi bahasa kesatuan.
Bahasa Nasional
Bahasa Nasional  dalai bahasa yang dipergunakan sebagai wahana untuk menyatakan aspirasi kenasioanalan. Perkataan nasional dari kata "nation" artinya bangsa, kemudian melahirkan nasionalisme, nasionalist, yang mengandung makna "Perjuangan".

B.     Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah
Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang baik, seorang penulis harus merencanakan nya. Dengan matang. Beberapa langkah yang harus dilalui meliputi:
·         Memilih topik
·         Merumuskan tujuan penulisan
·         mengumpulkan bahan
·         menyusun kerangka.
Dengan langkah yang sistematis itu, hasil tulisandari seorang penulis di harapkan tidak memiliki cacat yang sekecil-kecilnya.
Pemilihan Topik
Memilih topik berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topik itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.
Istilah topik sering dikacaukan dengan tema. Topik adalah medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian.
Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
a. Topik yang akan dipilih hendaknya menarik untuk dikaji. Sebuah topik akan menarik apabila
1.      Merupakan masalah yang menyangkut persoalan bersama
2.      Merupakan jalan keluar dari suatu persoalan yang tengah dihadapi
3.      Mengandung konflik pendapat
4.      Masalah yang di kaji hendaknya dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan
b.  Topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit
c.   Topik yang di pilih sesuai dengan minat dan kemampuan penulis
d.   Topik yang di kaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau yang berkaitan dengan profesi.
Merumuskan Tujuan Penulisan
Rumusan tujuan Penulisan adalah suatu gambaran atau perencanaan menyeluruh yang akan mengarahkan penulis dalam penulisan selanjutnya dengan menentukan tujuan penulisan. Bahan-bahan apa yang diperlukan Organisasi karangan yang akan diterapkan dan sudut pandang penulis yang dipilih.
Tujuan penulisan dapat dinyatakan dengan dua cara. Jika tulisan yang di kembangkan merupakan tema dari seluruh tulisan. Tujuan penulisan dapat di rumuskan dalam bentuk tesis. Jika tulisan yang dikembangkan bukan merupakan dari seluruh tulisan, maka tujuan penulisan dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan maksud keduanya akan membimbing penulis dalam mengarahkan tulisannya.
Tesis adalah sebuah kalimat yang merupakan kunci untuk seluruh tulisan. Sebuah tesis itu senada dengan kalimat topik dalam suatu paragraph tesis umumnya berbentuk suatu kalimat, baik kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat. Sebuah tesis tidak berbentuk kalimat majemuk setera, karena dalam kalimat majemuk secara berisi dua gagasan sentral. Fungsi tesis dalam sebuah karangan sama dengan fungsi topik untuk paragraph pertama dalam karangan ilmiah.
Sebuah tesis hendaknya memiliki sifat terbatas. Mengandung kesatuan dan ketepatan. Rumusan tesis yang terlalu umum berimplikasi terhadap sebuah uraian yang berisi tentang sesuatu tempat memberikan petunjuk tentang apa yang akan dibahas. Dan bagaimana membahas nya.
Mengumpulkan Bahan
Bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber sebaiknya di catat dalam kartu-kartu informsi. Pengetahuan ini perlu di lakukan terutama dalam penulisan karya ilmiah yang cukup besar. Seperti : Skripsi, tesis, disertasi atau buku.  Pengetahuan ini bertujuan untuk memudahkan penulis dalam melacak sumber informasiya.
Informasi yang diperoleh dari bacaan dapat di tuliskan dalam berbarapa bentuk, yakni :
1.      Kutipan, Jika kita menyalin kata-kata dari buku tepat seperti aslinya.
2.      Prafase, jika kita mengungkapkan kembali maksud penulis dengan kata-kata sediri
3.      Rangkuman atau ringkasan. Jika kita menyaring yang kit abaca.
4.  Evaluasi atau ulasan, jika kita mengemukakan reaksi terhadap gagasan yang dikemukakan penulis
BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah adalah merencanakan dengan  matang suatu topik yang benar-benar dipilih oleh penulis.
Topik karya ilmiah banyak bersumber dari hasil pengamatan. Pengalaman dan penjelasan. Untuk mengambil topik harus yang menarik untuk dibahas, tidak terlalu luas dan terlalu sempit sesuai dengan minat dan kemampuan penulis.

B.     SARAN
Dalam berkomonikasi sehari-hari kita sebagai tuns-tunas bangsa di tuntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sesuai dengan EYD yang berlaku.




DAFTAR PUSTAKA
- Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STAIN Pamekasan, Edisi Kedua, 2003
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang di sempurnakan (Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia 1993.
- Drs. H. Aziz Djaja


Sumber Referensi : http://beoneofheroes.blogspot.co.id/2014/12/kerangka-karangan-dan-penulisan-karya.html

Minggu, 17 Januari 2016

Contoh Artikel Singkat Paragraf Deduktif Dan Induktif



Paragraf  Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus. Kalimat topik dikembangkan dengan pemaparan ataupun deskripsi sampai bagian-bagian kecil sehingga pengertian kalimat topik yang bersifat umum menjadi jelas (umum-khusus). Paragraf yang cara pengembangannya seperti ini biasa kita kenal dengan paragraf deduktif.

Ciri-ciri paragraf deduktif :
  1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
Jenis-jenis paragraf deduktif :
       1.      Narasi
       2.      Deskripsi
       3.      Eksposisi
       4.      Argumentasi
       5.      Persuasi

Contoh :
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa teh mempunyai banyak manfaat. Mengkonsumsi teh secara teratur dapat mencegah kanker meskipun tidak terlalu besar. Teh juga menguatkan tulang dan mencegah pertumbuhan plak di permukaan gigi sehingga mencegah gigi berlubang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh seperti air putih, teh juga melawan penyakit jantung.




Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat akhir. Pola pengembangan paragraf ini yaitu khusus - umum. Paragraf dimulai dengan penjelasan bagian-bagian konkret atau khusus yang dituangkan dalam beberapa kalimat pengembang. Berdasarkan penjelasan tersebut pengarang sampai kepada kesimpulan umum yang dinyatakan dengan kalimat topik pada bagian akhir paragraf. Paragraf yang tersusun dengan cara ini disebut paragraf induktif .

Contoh :
Pada era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai Bahasa Inggris otomatis akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris peluangnya akan semakin kecil untuk memasuki dunia kerja khususnya untuk dapat diterima sebagai karyawan. Itulah kenapa penguasaan Bahasa Inggris sangat diperlukan untuk menambah kompetensi di dunia kerja.

Jenis Paragraf Induktif :
   1.      Generalisasi 
   2.      Analogi 
   3.      Akibat sebab 
   4.      Sebab akibat 1 akibat 2



SUMBER REFERENSI:
http://indah-fajar.blogspot.com/2012/10/paragraf-induktif-dan-deduktif-paragraf.html

Rabu, 11 November 2015

PARADIGMA

Paradigma adalah cara berfikir,kerangka berfikir,atau cara pandang seseorang dalam memikirkan dan memahami sesuatu. 

Unsur-Unsur Paradigma meliputi : 

1. Asusmsi /Anggapan Dasar
 Yang memiliki arti bahwa seseorang pasti memiliki cara berfikir untuk berpendapat dan memberikan komentar dan anggapan yang menurutnya itu baik.

2. Nilai
Yang memiliki arti bahwa sesuatu yang memiliki arti sesuatu yang sangat berharga,bermutu dan menunjukan suatu kualitas yang bisa di berikan kepada seseorang untuk memberikan penghargaan.

3. Model 
Yang memiliki arti bahwa sesuatu yang memiliki contoh sehingga bisa di jadikan bahan cara berfikir dan dan cara pandang seseorang untuk membandingkan serta menentukan dalam memahami sesuatu.

4. Masalah Yang di teliti 
Sesuatu yang didapatkan dari hasil masalah yang dihadapi dan biasanya menghasilan cara/solusi untuk menyelesaikan nya.

5. Metode Penelitian 
Terbagi menjadi 3 yaitu Berdasarkan Bersifat Kualitatif : -Fakta : Sesuatu yang benar benar nyata dan telah di setujui oleh semua orang. -Realita : Sesuatu yang nyata yang benar-benar terjadi . Bersifat Kuantitatif : -Data : Kumpulan dari informasi-informasi yang telah diterima dan didapatkan.

6. Metode Analisis 
Suatu cara yang didapatkan dengan cara menganalisi & mengamati untuk dapat menentukan sesuatu entah itu ilmu,pengetahuan bahkan paradigma.

7. Hasil Analisis (Teori) 
Suatu Cara yang telah didapatkan dari hasil analisis/pengamatan yang bisa di jadikan teori untuk memberikan ilmu & pengetahuan kepada orang lain.

Arti ILMU,PENGETAHUAN DAN BAHASA

// Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 

Arti Ilmu,Pengetahuan Dan Bahasa


Ilmu Adalah Sesuatu yang di dapatkan dari proses hasil belajar,pengalaman serta Kemampuan yang telah dimiliki seseorang tersebut sejak lahir.

Ilmu itu sendiri memiliki banyak arti yaitu :

1. Teoritis : Teoritis merupakan pikiran atau pola pikir yang mendasarkan semuanya dari teori-teori yang ada sebagai landasan tindakannya. Menjadikan sebuah atau beberapa teori sekaligus yang punya keterkaitan sebagai landasan berfikir dan bersikap dalam menyingkapi atau menghadapi masalah.

2. Penelitian : Merupakan Ilmu yang didapatkan berdasarkan Hasil pengamatan dan percobaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan inovasi

3. Metode : Merupakan Tata cara yang digunakan dalam menghasilkan sebuah ilmu. -Metode Ontologi : Ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan kepada logika semata. -Metode Epistomologi : diartikan sebagai suatu pemikiran mendasar dan sistematik mengenai ilmu pengetahuan. -Aksiologi : teori tentang nilai-nilai yang diinginkan atau teori tentang nilai yang baik dan dipilih 

4. Dinamis : Ilmu bisa berkembang dan berubah-ubah setelah dilakukan Penelitan lebih dalam lagi

5. Abstrak : suatu karya yang kelihatannya tidak berbentuk (memiliki bentuk yang tidak jelas) yang tidak dimengerti oleh orang lain dan dimiliki oleh orang yang memiliki ilmu tersebut Abstrak terbagi menjadi 3 yaitu : - Hipotesa ,- Sintesa, - Antitesa


Pengetahuan yaitu sesuatu yang didapatkan berdasarkan hasil pengalaman, penelitian, pengelihatan dan proses belajar.

Pengetahuan memilki beberapa arti yaitu : 

1. Statis : Pengetahuan bersifat satu arah dan didapatkan berdasarkan hasil proses belajar dan pengamatan 

2. Konkret : Pengetahuan bersifat konkret yaitu pengetahuan 
yang nyata dan benar-benar ada. 

3. Aplikatif : Pengetahuan bersifat aplikatif yaitu membuktikan bahwa pengetahuan bisa diterapkan. 

4. Panca indera : Pengetahuan bersifat panca indera yaitu pengetahuan yang didapatkan dari proses melihat,mendengar dan mengalami. 

5. Pengalaman : Pengetahuan bersifat pengalaman yaitu pengetahuan yang didapatkan dari proses pengalaman(sesuatu yang pernah terjadi) dari seseorang. 


Bahasa yaitu alat komunikasi yang digunakan setiap orang untuk berkomunikasi dengan orang lain agar bisa dimengerti dan dapat terjadi nya proses komunikasi yang baik antara dua orang atau lebih sehingga menghasilkan informasi. 

Bahasa memiliki dua fungsi yaitu sebagai alat penyampaian komunikasi dan alat penyampaian informasi

Jumat, 19 Juni 2015

Materi Teori Oranisasi Umum 2 (Softskill) Pertemuan 8 s/d Pertemuan 14

Materi pembelajaran mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 Pertemuan 8 s/d Pertemuan 14, dapat di download disini : 


Pertemuan 8( Pasar Persaingan Sempurna & Monopoli): 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvLTVmNzZuM0t3ODQ/view?usp=sharing

Link sumber :http://myunanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14085/Slide-Bab+VIII.ppt.
https://afriliyanti.files.wordpress.com/2013/06/sesi-9-pasar-persaingan-sempurna.ppt.


Pertemuan 9(Pasar Monopolistis & Oligopoli): 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvbERqWnZYLTZqQ2M/view?usp=sharing


Link sumber::http://jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10904/A007+Monopoli+dan+Oligopoli.ppt


Pertemuan 10(Pendapatan Nasional) : 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvWHAtUFhsb2tYdkE/view?usp=sharing

Link sumber : http://herry.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33200/PENDAPATAN+NASIONAL.ppt 


Pertemuan 11(Keseimbangan Pendapatan Nasional,Konsumsi & Menabung) : 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvM1hvWWduNm9qTTQ/view?usp=sharing


Link sumber : https://pitonosmkteladanpukat.files.wordpress.com/2009/05/analisi-pendapatan-n.ppt


Pertemuan 12(Angka Pengganda) : 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvUy1CR1hNcnZlNmc/view?usp=sharing


Link sumber : http://faiza-ulfa.blogspot.com/2012/06/model-analisis-dengan-variabel.html


Pertemuan 13 & 14(Uang Bank & Penciptaan uang :
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFva01SeUc0dlRTUnc/view?usp=sharing


Link sumber : http://banksoalstienujepara.blogdetik.com/files/2012/05/a9673cdbe4a0721602963899dbc18b41_uang-bank-dan-proses-penciptaan-uang.ppt.