Minggu, 17 Januari 2016

Contoh Artikel Singkat Paragraf Deduktif Dan Induktif



Paragraf  Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama. Pola pengembangan paragraf ini yaitu umum - khusus. Kalimat topik dikembangkan dengan pemaparan ataupun deskripsi sampai bagian-bagian kecil sehingga pengertian kalimat topik yang bersifat umum menjadi jelas (umum-khusus). Paragraf yang cara pengembangannya seperti ini biasa kita kenal dengan paragraf deduktif.

Ciri-ciri paragraf deduktif :
  1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
Jenis-jenis paragraf deduktif :
       1.      Narasi
       2.      Deskripsi
       3.      Eksposisi
       4.      Argumentasi
       5.      Persuasi

Contoh :
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa teh mempunyai banyak manfaat. Mengkonsumsi teh secara teratur dapat mencegah kanker meskipun tidak terlalu besar. Teh juga menguatkan tulang dan mencegah pertumbuhan plak di permukaan gigi sehingga mencegah gigi berlubang. Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan tubuh seperti air putih, teh juga melawan penyakit jantung.




Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat akhir. Pola pengembangan paragraf ini yaitu khusus - umum. Paragraf dimulai dengan penjelasan bagian-bagian konkret atau khusus yang dituangkan dalam beberapa kalimat pengembang. Berdasarkan penjelasan tersebut pengarang sampai kepada kesimpulan umum yang dinyatakan dengan kalimat topik pada bagian akhir paragraf. Paragraf yang tersusun dengan cara ini disebut paragraf induktif .

Contoh :
Pada era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai Bahasa Inggris otomatis akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris peluangnya akan semakin kecil untuk memasuki dunia kerja khususnya untuk dapat diterima sebagai karyawan. Itulah kenapa penguasaan Bahasa Inggris sangat diperlukan untuk menambah kompetensi di dunia kerja.

Jenis Paragraf Induktif :
   1.      Generalisasi 
   2.      Analogi 
   3.      Akibat sebab 
   4.      Sebab akibat 1 akibat 2



SUMBER REFERENSI:
http://indah-fajar.blogspot.com/2012/10/paragraf-induktif-dan-deduktif-paragraf.html

Rabu, 11 November 2015

PARADIGMA

Paradigma adalah cara berfikir,kerangka berfikir,atau cara pandang seseorang dalam memikirkan dan memahami sesuatu. 

Unsur-Unsur Paradigma meliputi : 

1. Asusmsi /Anggapan Dasar
 Yang memiliki arti bahwa seseorang pasti memiliki cara berfikir untuk berpendapat dan memberikan komentar dan anggapan yang menurutnya itu baik.

2. Nilai
Yang memiliki arti bahwa sesuatu yang memiliki arti sesuatu yang sangat berharga,bermutu dan menunjukan suatu kualitas yang bisa di berikan kepada seseorang untuk memberikan penghargaan.

3. Model 
Yang memiliki arti bahwa sesuatu yang memiliki contoh sehingga bisa di jadikan bahan cara berfikir dan dan cara pandang seseorang untuk membandingkan serta menentukan dalam memahami sesuatu.

4. Masalah Yang di teliti 
Sesuatu yang didapatkan dari hasil masalah yang dihadapi dan biasanya menghasilan cara/solusi untuk menyelesaikan nya.

5. Metode Penelitian 
Terbagi menjadi 3 yaitu Berdasarkan Bersifat Kualitatif : -Fakta : Sesuatu yang benar benar nyata dan telah di setujui oleh semua orang. -Realita : Sesuatu yang nyata yang benar-benar terjadi . Bersifat Kuantitatif : -Data : Kumpulan dari informasi-informasi yang telah diterima dan didapatkan.

6. Metode Analisis 
Suatu cara yang didapatkan dengan cara menganalisi & mengamati untuk dapat menentukan sesuatu entah itu ilmu,pengetahuan bahkan paradigma.

7. Hasil Analisis (Teori) 
Suatu Cara yang telah didapatkan dari hasil analisis/pengamatan yang bisa di jadikan teori untuk memberikan ilmu & pengetahuan kepada orang lain.

Arti ILMU,PENGETAHUAN DAN BAHASA

// Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 

Arti Ilmu,Pengetahuan Dan Bahasa


Ilmu Adalah Sesuatu yang di dapatkan dari proses hasil belajar,pengalaman serta Kemampuan yang telah dimiliki seseorang tersebut sejak lahir.

Ilmu itu sendiri memiliki banyak arti yaitu :

1. Teoritis : Teoritis merupakan pikiran atau pola pikir yang mendasarkan semuanya dari teori-teori yang ada sebagai landasan tindakannya. Menjadikan sebuah atau beberapa teori sekaligus yang punya keterkaitan sebagai landasan berfikir dan bersikap dalam menyingkapi atau menghadapi masalah.

2. Penelitian : Merupakan Ilmu yang didapatkan berdasarkan Hasil pengamatan dan percobaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan inovasi

3. Metode : Merupakan Tata cara yang digunakan dalam menghasilkan sebuah ilmu. -Metode Ontologi : Ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu yang berwujud (yang ada) dengan berdasarkan kepada logika semata. -Metode Epistomologi : diartikan sebagai suatu pemikiran mendasar dan sistematik mengenai ilmu pengetahuan. -Aksiologi : teori tentang nilai-nilai yang diinginkan atau teori tentang nilai yang baik dan dipilih 

4. Dinamis : Ilmu bisa berkembang dan berubah-ubah setelah dilakukan Penelitan lebih dalam lagi

5. Abstrak : suatu karya yang kelihatannya tidak berbentuk (memiliki bentuk yang tidak jelas) yang tidak dimengerti oleh orang lain dan dimiliki oleh orang yang memiliki ilmu tersebut Abstrak terbagi menjadi 3 yaitu : - Hipotesa ,- Sintesa, - Antitesa


Pengetahuan yaitu sesuatu yang didapatkan berdasarkan hasil pengalaman, penelitian, pengelihatan dan proses belajar.

Pengetahuan memilki beberapa arti yaitu : 

1. Statis : Pengetahuan bersifat satu arah dan didapatkan berdasarkan hasil proses belajar dan pengamatan 

2. Konkret : Pengetahuan bersifat konkret yaitu pengetahuan 
yang nyata dan benar-benar ada. 

3. Aplikatif : Pengetahuan bersifat aplikatif yaitu membuktikan bahwa pengetahuan bisa diterapkan. 

4. Panca indera : Pengetahuan bersifat panca indera yaitu pengetahuan yang didapatkan dari proses melihat,mendengar dan mengalami. 

5. Pengalaman : Pengetahuan bersifat pengalaman yaitu pengetahuan yang didapatkan dari proses pengalaman(sesuatu yang pernah terjadi) dari seseorang. 


Bahasa yaitu alat komunikasi yang digunakan setiap orang untuk berkomunikasi dengan orang lain agar bisa dimengerti dan dapat terjadi nya proses komunikasi yang baik antara dua orang atau lebih sehingga menghasilkan informasi. 

Bahasa memiliki dua fungsi yaitu sebagai alat penyampaian komunikasi dan alat penyampaian informasi

Jumat, 19 Juni 2015

Materi Teori Oranisasi Umum 2 (Softskill) Pertemuan 8 s/d Pertemuan 14

Materi pembelajaran mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 Pertemuan 8 s/d Pertemuan 14, dapat di download disini : 


Pertemuan 8( Pasar Persaingan Sempurna & Monopoli): 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvLTVmNzZuM0t3ODQ/view?usp=sharing

Link sumber :http://myunanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/14085/Slide-Bab+VIII.ppt.
https://afriliyanti.files.wordpress.com/2013/06/sesi-9-pasar-persaingan-sempurna.ppt.


Pertemuan 9(Pasar Monopolistis & Oligopoli): 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvbERqWnZYLTZqQ2M/view?usp=sharing


Link sumber::http://jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10904/A007+Monopoli+dan+Oligopoli.ppt


Pertemuan 10(Pendapatan Nasional) : 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvWHAtUFhsb2tYdkE/view?usp=sharing

Link sumber : http://herry.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33200/PENDAPATAN+NASIONAL.ppt 


Pertemuan 11(Keseimbangan Pendapatan Nasional,Konsumsi & Menabung) : 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvM1hvWWduNm9qTTQ/view?usp=sharing


Link sumber : https://pitonosmkteladanpukat.files.wordpress.com/2009/05/analisi-pendapatan-n.ppt


Pertemuan 12(Angka Pengganda) : 
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFvUy1CR1hNcnZlNmc/view?usp=sharing


Link sumber : http://faiza-ulfa.blogspot.com/2012/06/model-analisis-dengan-variabel.html


Pertemuan 13 & 14(Uang Bank & Penciptaan uang :
https://drive.google.com/file/d/0BzxzG_7sKuFva01SeUc0dlRTUnc/view?usp=sharing


Link sumber : http://banksoalstienujepara.blogdetik.com/files/2012/05/a9673cdbe4a0721602963899dbc18b41_uang-bank-dan-proses-penciptaan-uang.ppt.

Jumat, 01 Mei 2015

Contoh Soal Elastibilitas Harga,Elastibilitas Pendapatan & Elastibilitas Silang Beserta Pembahasan nya

A) Elastibilitas Harga
Kasus 2.1
Suatu riset pasar yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa barang X dirumuskan dalam suatu model permintaan barang X, sebagai berikut:
Qdx = 35 -2Px + Py1 -3Py2 + 0,2I
Diketahui nilai variabel; Px = 4 ; Py1 = 2 ; Py2 = 3 ; I = 100

1. Pasa saat harga Rp. 5.000,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan 20 unit. Kemudian harga turun menjadi Rp. 4.500,00 perunit dan jumlah barang yang ditawarkan menjadi 10 unit. berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas penawarannya adalah....Jawab :
Dari data diatas diketahui :
P1 = 5.000    Q1 = 20
P2 = 4.500    Q2 = 10
langkah pertama kita menentukan perubahan jumlah penawaran dan harga
∆Q = Q2 -Q1 = 10-20 = -10
∆P = 4.500 - 5.000 = -500
Langkah selanjutnya, kita masukan data-data diatas kedalam rumus elastisitas :
         P1      ∆Q
Es = ---- . ------
         Q1     ∆P

        5.000    -10
Es = ------- . ------
          20     -500
Es = 5
=======
Nilai Es = 5 > 1, menunjukan penawaran elastis.
------------------------------------------------------------------------------------
Berikan uraian analisis untuk nilai koefisien elastisitas permintaan berikut;
(a) ep = -5 ;(b) ex.y = 2 ;(c) eI = 0,4Jawab:a)      Ep = -5 maka setiap kenaikan harga 1% mengakibatkan penurunan permintaan sebesar 5%b)      Ex.y = 2 maka kedua barang tersebut merupakan barang subtitusi yang artinya apabila harga naik 1% maka permintaan barang tersebut akan naikc)      EI = 0,4 barang tersebut merupakan barang pokok atau barang normal karena jika terjadi kenaikan 1% pendapatan maka permintaan barang tersebut akan naik 0,4%

B) Elastibilitas Pendapatan
Kasus 2.1
Suatu riset pasar yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa barang X dirumuskan dalam suatu model permintaan barang X, sebagai berikut:
Qdx = 35 -2Px + Py1 -3Py2 + 0,2I
Diketahui nilai variabel; Px = 4 ; Py1 = 2 ; Py2 = 3 ; I = 100

2. Tentukan elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X. jelaskan nilai koefisien elastisitas pendapatan tersebut. Berdasarkan besarnya elastisitas penghasilan, apa jenis barang X ini !
Jawab :
Elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X adalah

        
Nilai koefisien pendapatan terhadap permintaan barang X adalah 0,5 menunjukkan bilamana pendapatan naik 1% maka jumlah barang X yang diminta akan naik sebesar 0,5%. Koefisien elastisitas pendapatan terhadap permintaan barang X lebih kecil dari 1 dan positif artinya barang X adalah barang normal dan termasuk dalam kategori barang kebutuhan pokok.

Kasus 2.2  Hasil suatu penelitian terhadap perilaku perusahaan dalam menawarkan barang X yang diproduksi dirumuskan dalam suatu persamaan penawaran, sebagai berikut:
                            Qsx = 40 + 5Px – 2Py – 10N
                            Qsx adalah jumlah barang yang ditawarka; Px adalah harga barang X; Py harga Input; dan N adalah banyaknya macam barang pesaing.
Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga penawaran barang X pada tingkat Px = 4 ; Py = 2 ; dan N = 3. berikan penjelasan dari setiap nilai koefisien elastisitas tersebut.

Jawaban Kasus 2.2
Koefisien elastisitas harga penawaran barang X dapat diperoleh dengan menggunakan formulasi sebagai berikut:
                Qsx = 40 + 5(4) – 2(2) – 10(3)
                       = 26
               
                       
Nilai koefisien harga penawaran barang X adalah 0,77 menunjukkan bilamana penawaran barang X adalah inelastic, ditunjukkan dengan nilai koefisien harga penawaran barang X lebih kecil dari 1. Nilai koefisien 0,77 artinya jika terjadi kenaikan harga barang X 1% menyebabkan perusahaan tersebut menaikkan jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 0,77%.

C) Elastibilitas Silang
Kasus 2.1
Suatu riset pasar yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa barang X dirumuskan dalam suatu model permintaan barang X, sebagai berikut:
Qdx = 35 -2Px + Py1 -3Py2 + 0,2I
Diketahui nilai variabel; Px = 4 ; Py1 = 2 ; Py2 = 3 ; I = 100
Tentukan elastisitas silang antara barang X dan Y1. jelaskan nilai koefisien elastisitas silang tersebut. Apa hubungan antara barang X terhadap barang Y1.

Jawab :
Elastisitas silang antara barang X dan barang Y1 adalah;

     
Nilai koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y1 adalah 0,05 menunjukkan bilamana harga barang Y1 naik 1% maka jumlah barang X yang diminta akan naik sebesar 0,05%. Nilai koefisien bernilai positif artinya barang X bersubstitusi terhadap barang Y1.



Sumber Referensi  :  related:bagus.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9997/Kasus_Bab_II.doc contoh soal elastisitas pendapatan





Struktur Pasar

Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Analisa ekonomi membedakan struktur pasar menjadi 4 jenis yaitu : Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopoli, Persaingan Monopolistis, dan Pasar Oligopoli:

Pasar Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Perekonomian merupakan pasar persaingan sempuma. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati ciri-cirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan disektor pertanian. Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak wujud di dalam praktek.
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli. Dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
CIRI-CIRI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Ø Setiap perusahaan adalah “pengambil harga”
Artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau merubah harga pasar. Adapun perusahaan di dalam pasar tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
Ø Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Artinya sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut. Produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan tersebut.
Ø Setiap perusahaan menghasilkan barang yang sama
Artinya bahwa barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan oleh produsen A atau B.
Ø Banyak perusahaan dalam pasaArtinya karena jumlah perusahan sangat banyak dan relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Menyebabkan kenaikan atau penurunan harga, sedikitpun tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar tersebut.
Ø Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang keadaan di pasar
Artinya bahwa pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Sehingga produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lain lebih tinggi dan pada yang berlaku di pasar.
Beberapa kelemahan / keburukan persaingan sempurna yaitu :
· Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
· Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
· Membatasi pilihan konsumen
· Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
· Distribusi pendapatan tidak selalu merata

sumber referensi : https://puputrilestari.wordpress.com/2013/05/28/struktur-pasar/



Jumat, 17 April 2015

Fungsi Produksi

Pengertian Definisi Produksi

Secara umum, produksi dapat diartikan sebagai kegiatan optimalisasi dari faktor-faktor produksi seperti, tenaga kerja, modal, dan lain-lainnya oleh perusahaan untuk menghasilkan produk berupa barang-barang dan jasa-jasa. Secara teknis, kegiatan produksi dilakukan dengan mengombinasikan beberapa input untuk menghasilkan sejumlah output. Dalam pengertian ekonomi, produksi didefinisikan sebagai usaha manusia untuk menciptakan atau menambah daya atau nilai guna dari suatu barang atau benda untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Contoh produksi adalah menanam padi, menggiling padi, mengangkut beras, memperdagangkan beras, dan menjual nasi dan makanan. Contoh yang lebih modern adalah produksi pembuatan benang, produksi pembuatan kain, produksi pembuatan baju, memperdagangkan baju, produksi pembuatan kendaraan bermotor, dan produksi pembuatan computer dan sebagainya.

Tujuan produksi

Bedasarkan pada kepentingan produsen, tujuan produksi adalah untuk menghasilkan barang yang dapat memberikan laba. Tujuan tersebut dapat tercapai, jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah melayani kebutuhan masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara umum.

Fungsi Produksi/Persamaan Produksi

Kegiatan produksi melibatkan dua variabel yang mempunyai hubungan fungsional atau saling memengaruhi, yaitu:
1. berapa output yang harus diproduksi, dan
2. berapa input yang akan dipergunakan.
Dengan demikian, yang disebut fungsi produksi adalah hubungan fungsional atau sebab akibat antara input dan output. Dalam hal ini input sebagai sebab, dan output sebagai akibat. Atau input sebagai variabel bebas dan output sebagai variabel tak bebas. Input produksi dikenal juga dengan factor-faktor produksi, dan ouput produksi dikenal juga dengan jumlah produksi.
Fungsi produksi merupakan suatu fungsi atau persamaan yang menyatakan hubungan antara tingkat output dengan tingkat penggunaan input-input. Hubungan antara jumlah output Q  dengan jumlah input yang dipergunakan dalam produksi X1, X2, X3, … Xn,  secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = f (X1, X2, X3, … Xn)
Q = output
X = input
Ketika input-input produksi terdiri dari capital, labour, resources dan technology maka persamaan produksi menjadi sebagai berikut:
Q = f (C, L, R, T)
Q =  Quantity, atau jumlah barang yang dihasilkan
f  = Fungsi, atau simbol persamaan fungsional
C = Capital, atau modal atau sarana yang digunakan
L = Labour, tenaga kerja
R = Resources, sumber daya alam
T = Technology, teknologi dan kewirausahaan
Persamaan tersebut menjelaskan bahwa output dari suatu produksi merupakan fungsi atau dipengaruhi atau akibat dari input. Artinya setiap barang yang dihasilkan dari produksi akan tergantung pada jenis/macam dari input yang digunakan. Perubahan yang terjadi pada input akan menyebabkan terjadinya perubahan pada output.
Dalam  ilmu ekonomi, Teori produksi dibedakan menjadi teori Produksi dengan Satu Input Variabel dan teori produksi dua input variable.

Teori Produksi Dengan Satu Input Variabel

Dengan mengamsumsikan beberapa input dianggap  konstan dalam jangka pendek  dan hanya satu faktor produksi  yaitu tenaga yang dapat berubah, maka fungsi produksinya dapat ditulis sebagai berikut:
Q = f(L)
Persamaan produksi ini menjadi sangat sederhana kerana hanya melibatkan tenaga kerja untuk mendapatkan tingkat produksi suatu barang tertentu. Artinya, factor produksi yang dapat berubah dan mempengaruhi tingkat produksi adalah hanya jumlah tenaga kerja. Jika perusahaan berkeinginan untuk menambah Tingkat produksi, maka perusahaan hanya dapat menambah jumlah tenaga kerja.

Teori Produksi Dengan Dua Input Variabel

Jika factor produksi yang dapat berubah adalah jumlah tenaga kerja dan jumlah modal atau sarana yang digunakan, maka fungsi produksi dapat dinyatakan sebagai berikut:
Q = f(L, C)
Pada fungsi produksi ini diketahui, bahwa tingkat produksi dapat berubah dengan merubah factor tenaga kerja dan atau jumlah modal.  Perusahaan mempunyai dua alternative jika berkeinginan untuk menambah tingkat produksinya. Perusahaan dapat meningkatkan produksi dengan menambah tenaga kerja, atau menambah modal atau menambah tenaga kerja dan modal.



Sumber referensi : http://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-mikro/teori-fungsi-produksi/

Pustaka:
  1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  2. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.